assalamualaikum

Never Forget

Monday, December 27, 2010

Pesanan-pesanan Imam Ghazali

Imam Ghazali: Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1: Orang tua
Murid 2: Guru
Murid 3: Teman
Murid 4: Kaum kerabat

Imam Ghazali: Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita
ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan
mati ( Surah Ali-Imran :185).



Imam Ghazali: Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?
Murid 1: Negeri Cina
Murid 2: Bulan
Murid 3: Matahari
Murid 4: Bintang-bintang

Imam Ghazali: Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA
LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat
kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari
esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan
ajaran Agama.



Imam Ghazali: Apa yang paling besar didunia ini ?
Murid 1: Gunung
Murid 2: Matahari
Murid 3: Bumi

Imam Ghazali: Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA
NAFSU (Surah Al Araf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita,
jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.



IMAM GHAZALI Apa yang paling berat didunia?
Murid 1: Baja
Murid 2: Besi
Murid 3: Gajah

Imam Ghazali: Semua itu benar, tapi yang paling be! rat adalah MEMEGANG
AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan
malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah
pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut
menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka
kerana gagal memegang amanah.



Imam Ghazali: Apa yang paling ringan di dunia ini ?
Murid 1: Kapas
Murid 2: Angin
Murid 3: Debu
Murid 4: Daun-daun

Imam Ghazali: Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali
didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan
dunia, kita tinggalkan solat.



Imam Ghazali: Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?
Murid- Murid dengan serentak menjawab : Pedang

Imam Ghazali: Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ! ini adalah
LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati
dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Amalan Sunat Pada Hari Asyura

1. Melapangkan masa / belanja anak isteri fadhilat - Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun ini.

2. Memuliakan fakir miskin fadhilat - Allah akan melapangkannya dalam kubur nanti

3. Menahan marah fadhilat - Di akhirat nanti Allah akan memasukkannya ke dalam golongan yang ridha

4. Menunjukkan orang sesat fadhilat - Allah akan memenuhkan cahaya iman dalam hatinya

5. Menyapu / mengusap kepala anak yatim fadhilat - Allah akan mengurniakan sepohon pokok di syurga bagi tiap-tiap rambut yang di sapunya.

6. Bersedekah fadhilat - Allah akan menjauhkannya daripada neraka sekadar jauh seekor gagak terbang tak berhenti-henti dari kecil sehingga ia mati. Diberi pahala seperti bersedekah kepada semua fakir miskin di dunia ini.

7. Memelihara kehormatan diri fadhilat - Allah akan mengurniakan hidupnya sentiasa diterangi cahaya keimanan.

8. Mandi Sunat fadhilat - Tidak sakit (sakit berat)pada tahun itu
lafaz niat : sahaja aku mandi sunat hari Asyura kerana Allah Taala.

9. Bercelak fadhilat - tidak akan sakit mata pada tahun itu

10. Membaca Qulhuwallah hingga akhir seribu kali fadhilat - Allah akan memandanginya dengan pandangan rahmah diakhirat nanti

11. Sembahyang sunat empat rakaat fadhilat - Allah akan mengampunkan dosanya walau telah berlarutan selama 50 tahun melakukannya.
lafaz niat : sahaja aku sembahyang sunat hari Asyura empat rakaat kerana Allah Taala. Pada rakaat pertama dan kedua selepas fatihah di baca Qulhuwallah sebelas kali.

12. Membaca "has biallahhu wa nik mal wa kila nikmal maula wa nikmannasiru"
fadhilat - Tidak mati pada tahun ini ***semak dengan ustaz/pakar rujuk

13. Menjamu orang berbuka puasa fadhilat - Diberi pahala seperti memberi sekalian orang Islam berbuka puasa.

14. Puasa Niat - Sahaja aku berpuasa esok hari sunat hari Asyura kerana Allah Taala.
fadhilat - Diberi pahala seribu kali Haji, seribu kali umrah dan seribu kali syahid dan diharamkannya daripada neraka.

Wallahu Ta`ala `Alam...

Saturday, December 18, 2010

Puasa Sunat Hari Asyura



Puasa selain merupakan ibadah yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengandung sekian banyak manfaat yang lain. Dengan berpuasa seseorang dapat mengendalikan syahwat dan hawa nafsunya. Dan puasa juga menjadi perisai dari api neraka. Puasa juga dapat menghapus dosa-dosa dan memberi syafaat di hari kiamat. Dan puasa juga dapat membangkitkan rasa solidaritas kemanusiaan, serta manfaat lainnya yang sudah dimaklumi terkandung pada ibadah yang mulia ini.

Pada bulan Muharram ada satu hari yang dikenal dengan sebutan hari ‘Asyura. Orang-orang jahiliyah pada masa pra Islam dan bangsa Yahudi sangat memuliakan hari ini. Hal tersebut karena pada hari ini Allah Subhanahu wa Ta’ala selamatkan Nabi Musa ‘alaihissalam dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya. Bersyukur atas karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya, Nabi Musa ‘alaihissalam akhirnya berpuasa pada hari ini. Tatkala sampai berita ini kepada Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wassalam, melalui orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah beliau bersabda,
فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ
“Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi)”.
Yang demikian karena pada saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam sampai di Madinah, beliau mendapati Yahudi Madinah berpuasa pada hari ini, maka beliau sampaikan sabdanya sebagaimana di atas. Semenjak itu beliau Saw memerintahkan ummatnya untuk berpuasa, sehingga jadilah puasa ‘Asyura diantara ibadah yang disukai di dalam Islam. Dan ketika itu puasa Ramadhan belum diwajibkan.

Adalah Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhu yang menceritakan kisah ini kepada kita sebagaimana yang terdapat di dalam Shahih Bukhari No 1900,
قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَدِيْنَةَ فَرَأَى اليَهُوْدَ تَصُوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاء فَقَالَ:ماَ هَذَا؟ قَالُوْا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللهُ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوْسَى. قَالَ: فَأَناَ أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ. فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
“Tatkala Nabi Saw datang ke Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan
Bani Israil dari musuhnya, maka Musa ‘alaihissalam berpuasa pada hari ini. Nabi Saw bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”. HR Al Bukhari
Dan dari Aisyah radiyallahu ‘anha, ia mengisahkan,
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ
“Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka”. HR Al Bukhari No 1897

Keutamaan puasa ‘Asyura di dalam Islam.
Di masa hidupnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam berpuasa di hari ‘Asyura. Kebiasaan ini bahkan sudah dilakukan beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam sejak sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan dan terus berlangsung sampai akhir hayatnyaShallallahu ‘alaihi wassalam . Al Imam Al Bukhari (No 1902) dan Al Imam Muslim (No 1132) meriwayatkan di dalam shahih mereka dari Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَومَ فَضْلِهِ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا اليَوْمِ يَوْمُ عَاشُوْرَاءَ وَهذَا الشَّهْرُ يَعْنِي شَهْرُ رَمَضَانَ
“Aku tidak pernah mendapati Rasulullah menjaga puasa suatu hari karena keutamaannya dibandingkan hari-hari yang lain kecuali hari ini yaitu hari ‘Asyura dan bulan ini yaitu bulan Ramadhan”.
Hal ini menandakan akan keutamaan besar yang terkandung pada puasa di hari ini. Oleh karena itu ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam ditanya pada satu kesempatan tentang puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan, beliau menjawab bulan Allah Muharram. Dan Al Imam Muslim serta yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ. وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةَ، صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam”.
Dan puasa ‘Asyura menggugurkan dosa-dosa setahun yang lalu. Al Imam Abu Daud meriwayatkan di dalam Sunan-nya dari Abu Qatadah Ra,
وَصَوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَنَة َالتِيْ قَبْلَهُ
“Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu”.

Hukum Puasa ‘Asyura
Sebagian ulama salaf menganggap puasa ‘Asyura hukumnya wajib akan tetapi hadits ‘Aisyah di atas menegaskan bahwa kewajibannya telah dihapus dan menjadi ibadah yang mustahab (sunnah). Dan Al Imam Ibnu Abdilbarr menukil ijma’ ulama bahwa hukumnya adalah mustahab.

Waktu Pelaksanaan Puasa ‘Asyura
Jumhur ulama dari kalangan salaf dan khalaf berpendapat bahwa hari ‘Asyura adalah hari ke-10 di bulan Muharram. Di antara mereka adalah Said bin Musayyib, Al Hasan Al Bashri, Malik, Ahmad, Ishaq dan yang lainnya. Dan dikalangan ulama kontemporer seperti Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah. Pada hari inilah Rasullah Saw semasa hidupnya melaksanakan puasa ‘Asyura. Dan kurang lebih setahun sebelum wafatnya, beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ َلأَصُوْمَنَّ التَاسِعَ
“Jikalau masih ada umurku tahun depan, aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)”

Para ulama berpendapat perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam , “…aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)”, mengandung kemungkinan beliau ingin memindahkan puasa tanggal 10 ke tanggal 9 Muharram dan beliau ingin menggabungkan keduanya dalam pelaksanaan puasa ‘Asyura. Tapi ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ternyata wafat sebelum itu maka yang paling selamat adalah puasa pada kedua hari tersebut sekaligus, tanggal 9 dan 10 Muharram..
Dan Al Imam Asy-Syaukani dan Al Hafidz Ibnu Hajar mengatakan puasa ‘Asyura ada tiga tingkatan. Yang pertama puasa di hari ke 10 saja, tingkatan kedua puasa di hari ke 9 dan ke 10 dan tingkatan ketiga puasa di hari 9,10 dan 11. Wallahua’lam.

Sunday, October 31, 2010

Nasihat Imam Malik



1. Ilmu itu adalah agama. Oleh itu, hendaklah kamu perhatikan daripada siapa kamu pelajari ilmu itu.


2. Ilmu itu cahaya. Ia tidak akan jinak kecuali hanya kepada hati yang takwa dan khusyuk.



3. Apabila seseorang itu zahid (tidak tamak pada dunia), Allah akan member nikmat kepadanya.




4. Sebaik-baik perkara adalah yang jelas dan nyata. Sekiranya kamu syak antara dua perkara, maka ambillah yang lebih meyakinkan.



5. Siapa mahu menjawab masalah, dia perlu bentangkan dahulu dirinya ke dalam syurga dan neraka dan berusaha bagaimana dia akan selamat di akhirat.




6. Perumpamaan orang munafik itu ketika berada dalam masjid adalah seperti burung yang berada di dalam sangkar. Apabila pintu sangkar itu terbuka, mereka berebut-rebut untuk keluar.




7. Menurut apa yang diketahui bahawa ulama’ akan ditanya di akhirat kelak sepertimana para nabi ditanya.



8. Apabila seseorang itu memuji dirinya maka hilanglah kebijaksanaannya.




9. Orang menuntut ilmu agama pastilah dia warak, bersikap tenang dan takwa.




10. Seorang alim tidak patut bercakap berkenaan ilmu kepada mereka yang tidak layak mendengarnya dan mereka yang membencinya kerana dia hanya akan menjadikan ilmu itu hina.




11. Apabila kamu ditanya berkenaan sesuatu perkara, kamu perlu halusi dan teliti pendapat kamu dengan pendapat kamu dengan pendapat orang lain kerana penelitian itu menghapuskan fikiran sempit seperti api menghilangkan kotoran emas.





12. Allah tidak kasih kepada hamba-hambaNya yang diberi nikmat melainkan hamba itu melahirkan kesan nikmat Allah itu. Lebih-lebih lagi orang yang berilmu.





13. Maka sepatutnya dia memelihara maruahnya dengan pakaian yang baik bagi memuliakan ilmu.




14. Siapa yang tahu percakapannya menunjuk-nunjuk kadar amalannya, maka kurangkanlah percakapannya.




15. Zahid kepada dunia adalah mencari keuntungan dengan memendekkan cita-cita.




16. Apabila seseorang manusia itu berbuat baik kepada dirinya sendiri, dia juga tidak baik di sisi manusia.




17. Seseorang itu tidak menjadi orang baik kecuali dia meninggalkan perkara yang tidak ada kaitan dengan dirinya dan bekerja menunaikan kewajipannya. Apabila dia bersikap demikian akan terbuka mata hatinya kepada Allah.





18. Tidak ada kebaikan bagi sesiapa yang melihat dirinya dalam satu-satu perkara tetapi orang lain tidak melihatnya sebagai ahli dalam perkara itu.

Tuesday, October 5, 2010

Kelebihan berwuduk




Berwuduk adalah suatu perkara yang mudah, tidak menyukarkan dan sudah pasti ianya mempunyai kepentingan yang tersendiri. Jika dilihat secara teliti,begitu jelas tujuan berwuduk adalah berkepentingan untuk menjaga kebersihan dan kesegaran jasmani dan rohani, di samping mematuhi dan mentaati sunnah Rasulullah s.a.w. Wuduk ini berfungsi membersihkan alat-alat pancaindera yang penting sekali dalam kehidupan seharian, seperti pancaindera untuk menyentuh, merasa, menghidu,melihat dan mendengar. Wuduk sentiasa membasuh bahagian tubuh yang terdedah, oleh itu dengan membasuhnya setiap hari lima kali, maka wuduk dapat mencegah tumbuhnya penyakit dari anggota badan yang terkena basuhan wuduk



Setiap rukun dan sunat dalam wuduk itu mempunyai faedah dan keistimewaan tersendiri. Basuh tangan ke sehingga ke pergelangan tangan. Mengikut Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO), lebih kurang 8098 orang dijangkiti virus coronavirus penyebab wabak SARS sejak 2003 di seluruh dunia dan 774 orang meninggal dunia. Mengikut pakar-pakar, salah satu cara perlu dilakukan untuk mencegah merebaknya wabak ini adalah kerap mambasuh tangan. Menurut Dr. Julie Gerberding, Pengarah Disease Control and Prevention (CDC) Amerika “pembersihan tangan merupakan satu-satunya langkah yang penting untuk mencegahnya kuman-kuman”



Berkumur, dari segi fizikalnya dapat membersihkan mulut dan rongga mulut. Menurut Prof. Plinus, seorang pakar bakteria mengatakan : “Air yang berkumur terdapat 40 juta benih-benih penyakit dari pelbagai macam, seperti Basil, Vebrio, Spiril, Coccus seperti Diiplacoccus, Streptcoccus, Stephylococcus, Spirocheata, virus dan lain-lain.” Menurut Malaysia Healthcare Guide (1997) “cara terbaik mencegah kerosakan gigi ialah dengan menggosok gigi setiap kali selepas makan ataupun paling kurang dengan berkumur mulut. Manakala dari segi dalamannya, berkumur adalah bermakna membersihkan mulut dari maksiat, termasuk bercakap bohong dan dengan berkumur berharap mulut ini hanya digunakan untuk kebaikan.




Memasukkan air ke hidung kemudian mengeluarkan semula dikenali sebagai istinsyaq Menurut pakar dari Universiti Alexandria, Ianya adalah amalan membersihkan hidung serta menghilangkan sisa-sisa debu dan kotoran ketika proses pernafasan berlaku. Hidung sebagai tempat pembiakan kuman, sekiranya berwuduk di hidung. membersihkan hidung, dapat menghilangkan jangkitan kuman. Menurut kajin perubatan, istinsyaq boleh menghilangkan 11 jenis bacteria berbahaya dalam hidung yang menyebabkan jangkitan saluran pernafasan, radang paru-paru, rheumatism dan penyakit rongga hidung . memasukkan air ke hidung sekali, dapat membersihkan ½ jumlah kuman. Sekiranya memasukkan dua kali, ia menambah 1/3 kebersihan. Tetapi sekiranya dimasukkan sebanyak tiga kali, pasti hidung benar-benar bersih daripada kuman.




Membasuh muka secara zahiriyah ia sangat berguna untuk menjaga kulit wajah agar tetap segar, sihat dan bersih dari kuman serta penyakit. Menurut Dr. Magomed Magomedov, “apabila orang menyentuh muka semasa berwuduk akan merangsang saraf bagi memberi kekuatan baru (recharge¬) kepada organ-organ seperti usus, perut, pundi kencing, saraf dan sistem peranakan. Dari segi batiniyah, dengan membasuh muka ianya bermakna muka ini akan bersih dari kemaksiatan, bersih dari memandang rendah kepada orang lain dan menjadikan muka penuh dengan keramahan dan keceriaan.




Membasuh kedua belah tangan sampai ke siku secara tidak lansung mampu untuk menghilangkan kuman yang terdapat pada tangan. Seperti dalam kajian yang telah dijalankan terhadap 305 pelajar sekolah di Detroit, kanak-kanak yang membasuh tangan empat kali sehari, tahap kehadirannya lebih tinggi berbanding kanak-kanak yang kurang membasuh tangan, tahap kehadiran ke sekolah adalah rendah, ini kerana mereka mudah menghidap sakit perut dan penyakit pernafasan. Tambahan lagi, dalam tabloid Medical News Today bertajuk Handwashing Could Save One Million Children’s Live Each Year yang bertarikh 11 Jun 2004 menyatakan bahawa tabiat membasuh tangan yang sempurna dapat menyelamatkan lebih dari satu juta kanak-kanak yang berumur bawah satu tahun di negara miskin. Sekiranya kanak-kanak ini tidak berbuat demikian, mereka akan mudah menghidapi cirit-birit dan radang paru-paru (pneumonia). Manakala secara maknawinya, membasuh tangan adalah mengharapkan tangan itu bersih dari melakukan kezaliman, mencuri, rasuah dan supaya tangan melakukan amal kebaikan.




Bagi meransang bahagian otak pula, wuduk ada caranya iaitu dengan menyapu air ke kepala. Kepala akan menjadi lebih ringan dan sejuk, ini bermakna tekanan yang ada di kepala akan berkurangan dan sekali gus membolehkan otak bergerak dengan lebih lancar. Tambahan pula, ketika menyapukan air di kepala, kita mengharapkan supaya fikiran menjadi bersih dari rancangan-rancangan jahat dan supaya ianya dipenuhi dengan pemikiran yang mampu membawa kearah positif.




Kaki yang digunakan untuk berjalan juga merupakan aspek penting dalam wuduk. Secara logiknya, sememangnya kaki manusia tidak dapat lari daripada kekotoran. Menurut Dr. Magomed, apabila kaki kanan digosok dan dibasuh, ia merangsang sistem saraf bagi mengelokkan sistem tulang, usus, pankreas, hempedu, tiroid dan pinggang. Bagi kaki kiri pula, saraf berperanan mengelokkan kelenjar pituitary dan kawasan otak untuk mengawal sistem endokrin. Oleh yang demikian, Islam telah menyuruh umatnya supaya membersihkan kaki sebelum memijak tempat sembahyang. Apabila rukun membasuh kaki ini dilaksanakan, maka ianya berharap agar kaki yang di basuh tadi, tidak akan melangkah ke tempat maksiat, sebaliknya melangkah ke tempat kebenaran dan juga kebaikan

Secara keseluruhannya, setiap perlakuan dalam wuduk, memberi kesan zahir dan batin. Islam menggalakkan umatnya bersih dari kedua-dua aspek, dalaman dan juga luaran. Ini kerana seseorang individu itu boleh berubah menjadi baik dan juga sebaliknya bergantung kepada dalaman seseorang individu. Oleh yang demikian, bagi sesiapa yang berwuduk, mereka digalakkan berdoa sambil berwuduk untuk setiap anggota-anggota wuduknya. Betapa indahnya sesuatu yang telah dikurniakan Allah kepada makhluknya, dan makhluk yang paling istimewa adalah manusia, kerana wuduk ini hanya difardukan kepada umat manusia.

Saturday, September 4, 2010

Aidilfitri



Apabila terbenam sahaja matahari akhir bulan Ramadan 1429H, maka muncullah satu Syawal dan tibalah Aidilfitri yang dinanti-nanti. Dengan tibanya saat bahagia dan saat memohon keampunan dan kesyukuran kepada Ilahi, maka bersamalah kembali suara takbir dan tahmid memenuhi ruang angkasa: “Allahu Akhbar, Allahu Akhbar, Allahu Akhbar walillahirhamd.”
Gema takbir yang berkumandang pada saat-saat begini adalah mengambarkan rasa kesyukuran yang tidak terhingga kepada Tuhan yang Maha Esa di atas segala limpah kurnia-Nya kepada kita selama ini. Gema takbir dan tahmid pada hari bahagia ini dengan sendirinya membezakan Aidilfitri daripada hari-hari perayaan yang lain.
Kehadiran Aidilfitri atau Hari Raya Fitrah sesungguhnya menjanjikan suatu limpahan nikmat yang besar dan harus disyukuri oleh umat Islam.
Aidilfitri itu juga disebut sebagai suatu nikmat perundangan Ilahi. Suatu nikmat besar yang menjadi asas kepada cirri-ciri pembinaan kemanusiaan dan sifat bersatu padu. Malah ia merangkumi asas yang satu, iaitu kemurnian rohani, kebenaran dan keadilan, ilmu dan kebijaksanan serta kebahagiaan dunia dan akhirat.
Hari Raya Fitrah adalah hari kemerdekaan iaitu hari pertama selepas Ramadan di mana orang-orang beriman memperoleh kembali kebebasan diri dan kembali menikmati limpahan rezeki Ilahi selepas sebulan menyerahkan jiwa raga mereka kepada Allah.
Aidilfitri tidak lain adalah juga hari kegembiraan kerana dapat melaksanakan kewajipan dan berkeyakinan memperolehi pahala yang besar di sisi Allah.
Hari di mana orang-orang mukmin memperolehi dua kegembiraan yang besar dan memberi kesan yang kuat dalam kehidupan mereka. Pertama, kegembiraan melaksanakan kewajipan mentaati perintah Allah dan kedua, kegembiraan akan memperoleh ganjaran yang besar. Berhubung hal ini, Rasulullah s.a.w pernah bersabda yang bermaksud:“Bagi orang yang berpuasa itu memperoleh dua kegembiraan iaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan menemui Tuhannya (andainya ajal sudah tiba) dalam keadaan berpuasa.”
Dalam erti kata lain mereka yang beriman berkeyakinan akan memperoleh ganjaran yang besar daripada pada Allah yang merupakan satu-satunya faktor dalaman yang mendorong mereka mengambil risiko dan sanggup berkorban serta berjihad dan melakukan apa sahaja yang termampu tanpa ragu-ragu.
Tanpa dorongan rohani ini sebagai penggerak ke arah melakukan perkara-perkara ebaikan sudah tentulah ia akan mudah tunduk kepada dorongan hawa nafsu yang mengarah kepada perkara-perkara kejahatan.
Demikianlah Aidilfitri sebagai hari pertama umat Islam pulang daripada pengembaraan kerohanian setelah sebuah berpuasa dalam bulan Ramadan. Dalam pengembaraan itu mereka telah meninggalkan semua perkara yang digemari kerana Allah dan membentuk dalam dirinya satu perasaan yang sentiasa memerhati dan menjadikan hati dan iman mereka pengawal yang sentiasa menjaga tingkah laku mereka.
Kemunculan Aidilfitri ini mengakhiri satu perjalanan kerohanian yang memerlukan kesabaran dan limpah rahmat daripada Allah dan di sinilah bermulanya perjalanan baru yang menggabungkan roh dan jasad yang perlu dikekalkan sebagai persiapan untuk melaksanakan perjalanan mengerjakan Haji kelak.
Firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 197 yang bermaksud:
“(Masa untuk mengerjakan ibadat) Haji itu ialah beberapa bulan yang termaklum. Oleh yang demikian, sesiapa yang telah mewajibkan dirinya (dengan niat mengerjakan) ibadat Haji itu, maka tidak boleh mencampuri isteri, dan tidak boleh membuat maksiat, dan tidak boleh bertengkar, dalam masa mengerjakan ibadat Haji. Dan apa juga kebaikan yang kamu kerjakan adalah diketahui Allah; dan hendaklah kamu membawa bekal dengan cukupnya, kerana sesungguhnya sebaik-baik bekal itu ialah memelihara diri (dan keaiban meminta sedekah); dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal (yang dapat menilai dan memahami).”
Dari segi material, sesungguhnya Aidilfitri adalah satu-satunya perayaan yang mengatasi semua perayaan yang ada. Suasana ini harus diraikan dengan penuh kegembiraan disertai ucapan tahniah, kunjung-mengunjungi, hormat-menghormati, memakai pakaian cantik dan baru serta menikmati juadah yang terbaik daripada limpahan rezeki Allah. Semuanya ini akan menguatkan lagi hubungan kasih sayang dan persaudaraan di kalangan umat Islam.
Manakala dari segi rohaninya terserlah semasa perhimpunan umum untuk solat sunat Aidilfitri di mana mereka bertakbir, bertasbih dan bertahmid memuji kebesaran Allah. Di sinilah lahirnya perasaan belas kasihan terhadap golongan yang tidak berkemampuan yang harus dibantu sebagai tanda persaudaraan dan kasih sayang sesama Islam.
Daripada Ibnu Mas’ud r.a. bahawa Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
“Apabila mereka berpuasa bulan Ramadan lalu pergi untuk mengerjakan solat Aidilfitri, maka Allah Taala berfirman: Hai para Malaikat-Ku, tiap-tiap orang yang beramal itu mengharapkan pahalanya, dan para hamba-Ku yang berpuasa dalam bulan Ramadan lalu menunaikan solat Hari Raya, juga mengharapkan pahalanya, maka oleh kerana itu saksilah, bahawa sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka.”
Lalu ada seruan: “Hai umat Muhammad, kembalilah kamu ke rumahmu masing-masing, sesungguhnya semua kejahatanmu telah diganti dengan kebaikan.”
Maka Allah s.w.t berfirman: “Hai para hamba-Mu, kamu semua telah berpuasa untuk-Ku dan juga telah berbuka untuk-Ku, oleh kerana itu bangkitlah kamu semua, kamu semua telah diampuni.”(Zubadtul Sa’ishin).
Justeru, dalam merayakan hari kegembiraan ini umat Islam seharusnya memelihara diri daripada melakukan perkara-perkara yang bertentangan dengan nilai-nilai keislaman.
Aidilfitri adalah hari kegembiraan yang bersifat indah dan ibadah dan bukan kegembiraan yang sia-sia atau lara yang dipenuhi dengan unsur-unsur haram dan menjatuhkan maruah. Ia lebih bersifat menghimpunkan keperluan fizikal dan mental serta mengemalkan unsur-unsur terpuji yang diperoleh sepanjang berpuasa di bulan Ramadan.
Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:
“Gembirakanlah hatimu pada saat tertentu (gembira atau berhibur dengan tidak melanggar ketetapan agama serta dengan akhlak yang baik).”

Wednesday, August 25, 2010

NASIHAT IMAM SYAFIE


1. Tuntutlah ilmu sebanyak mungkin kerana ia dapat menjaga dan membuat kamu cemerlang di dunia dan akhirat.
2. Perbanyakkan menyebut Allah daripada menyebut makhluk. Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut dunia.
3. Pilihlah makanan yang halal kerana ia menjamin kesihatan dan menyebabkan syaitan gerun.
4. Sabar menghadapi musibah adalah sebenar-benar erti sabar di mana sabar itu sendiri memerlukan kesabaran pula. Bala dan musibah menunjukkan adanya perhatian dan kasih sayang Allah. Oleh itu, bersyukurlah kerana syukur yang sedemikian setinggi-tinggi erti syukur.
5. Apabila salah seorang antara kaum kerabat ataupun jiran dan saudara kamu sakit, kamu perlu ringankan langkah menziarahinya kerana ia disaksikan oleh Malaikat dan dicintai Allah.
6. Marah adalah salah satu antara panah-panah syaitan yang mengandungi racun. Oleh itu, hindarilah ia supaya kamu dapat menewaskan syaitan dan bala tenteranya.
7. Kasihanilah anak yatim kerana Rasulullah juga tergolong sebagai anak yatim dan beliau akan bersama-sama dengan orang yang menyayangi dan mengasihi anak-anak iaitu di akhirat.
8. Berbuat baik dan tunjukkan bakti kepada ibu bapa tanpa mengenali letih dan lelah sebagaimana mereka berbuat begitu sepanjang hayat mereka. Ia dapat menambah keberkatan pada umur, menambah rezeki dan keampunan atas dosa-dosa kamu.
9. Perbanyakkan amal soleh kerana ia adalah pendinding dan perisai orang mukmin dan pelindung daripada serangan iblis.
10. Takwa adalah pakaian kebesaran dan hiasan akhlak Muslim sebenar. Ia ibarat pokok zaitun, minyaknya membawa berkat, ia juga member kejayaan dan kemenangan.
11. Iman mempunyai bentengnya bagi menghalang segala serangan yang cuba merobohkannya. Oleh itu, bagi menguatkan benteng iman, keimanan perlu dibajai dengan lima perkara iaitu : yakin, ikhlas, mengrjakan amalan sunat, istiqamah, bertatasusila ataupun berdisiplin dalam mengerjakan ibadah.
12. Ingat dan zikir kepada Allah sebanyak-banyaknya kerana ia mengubati penyakit jasmani dan hati. Ia mencetuskan ketenangan hidup dan qanaah.
13. Khusyuk secara zahir adalah khusyuknya orang awam, khusyuk secara batin adalah khusyuknya orang pilihan di sisi Allah.

14. Kubur adalah penghentian sementara bagi membolehkan ke satu perhentian lagi yang penuh dengan soal siasat. Oleh itu, siapkanlah jawapan yang adil dan benar menerusi amal yang benar dan taat kepada al-Haq yang tidak berbelah bahagi.
15. Kita perlu sentiasa memohon perlindungan daripada Allah, sekurang-kurangnya dengan mengucapkan “A’uzubillahi minassyaitanirrajim”. Kita perlu bersabar sekiranya serapan syaitan datang juga bertalu-talu dengan hebat dan menyedari Allah Taala hendak menguji keteguhan sabar kita, hendak melihat ketulenan jihad kita. Ketahuilah perang dengan syaitan itu lebih hebat daripada perang sabil.
16. Sebesar-besar keaiban (keburukan) adalah kamu mengira keburukan orang lain sedangkan keburukan itu terdapat dalam dirimu sendiri.
17. Hati adalah raja dalam diri. Oleh itu, lurus dan betulkan ia supaya empayar kerajaan dirimu tegak di atas al-Haq yang tidak disertai oleh iringan-iringan pasukan kebatilan.
18. Ketahuilah istighfar yang diucapkan dengan betul mampu membuat syaitan lari ketakutan dan menggoncang empayar iblis di istana kerajaannya.
19. Ketahuilah sebesar-besar kesenangan di dunia dan akhirat adalah memberi maaf kepada orang lain dan melupakan terus kesalahannya. Allah pasti akan meninggikan darjatnya di sisi manusia.
20. Takafurlah sebelum tidur bagi menghisab diri atas salah dan sikap semasa aktiviti pada siang hari sebagaimana Umar al-Khattab menyiasati dirinya dengan pelbagai soalan berkenaan dosa-dosanya pada siang hari.
21. Tuntutlah ilmu sebanyak mungkin kerana ia dapat menjagamu dan membuatmu cemerlang di dunia dan akhirat. Ia juga amalan para nabi, rasul dan orang soleh.
22. Sesiapa yang mahu meninggalkan dunia dan selamat, dia perlu mengamalkan perkara berikut iaitu mengurangkan tidur, mengurangkan makan, mengurangkan bercakap, dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.
23. Kamu seorang manusia yang dijadikan daripada tanah dan kamu juga akan disakiti (dihimpit) dengan tanah.
24. Sesiapa yang menjalin ukhwah dan menghidupkannya, dia memperoleh banyak keaikan.
25. Allah menjanjikan kepada orang yang beriman, mereka akan ditinggikan darjat dan diberi kemuliaan selagi mereka menunaikan perintah Allah.
26. Allah menjanjikan kepada orang yang beriman, mereka pasti mendapat pertolongan Allah seperti dalam penyataannya dalam surah ar-Rom ayat 47 yang bermaksud, “Dan adalah menjadi hak (tanggungjawab) kami untuk menolong orang yang beriman.
27. Allah menjanjikan kepada orang yang beriman, mereka pasti mendapat pembelaan daripada Allah sebagaimana pernyataannya dalam surah al-Hajj ayat 38 yang bermaksud, “Allah membela orang yang beriman”.
28. Allah menjanjikan kepada orang yang beriman dan bertakwa, Allah pasti menaikkan darjat mereka hingga ke taraf wali-wali Allah selagi memenuhi syarat-syaratnya seperti dalam pernyataannya dalam surah al-Baqarah ayat 257 yang bermaksud, Allah penolong (wali) bagi orang yang beriman.
29. Allah menjanjikan kepada orang yang beriman akan memberi petunjuk dan jalan lurus sebagaimana pernyataan Allah dalam surah al-Hajj ayat 54 yang bermaksud, “ Allah akan member petunjuk bagi orang yang beriman kepada jalan yang lurus.

30. Allah menjanjikan kepada orang yang beriman, mereka akan memperoleh rezeki yang baik dan pelbagai keberkatan selagi mereka menunaikan perintah Allah sebagaimana pernyataannya dalam surah al-A’raf ayat 96 yang bermaksud, “ Sekiranya penduduk kota beriman dan bertakwa pasti kami akan melimpahkan mereka berkat dari langit dan bumi tetapi sekiranya mereka mendustakan ayat-ayat Kami, Kami akan menyeksa mereka disebabkan perbuatan mereka”.

World Clock